You are here:--GHYMKHANA SUPERMOTO DUEL

GHYMKHANA SUPERMOTO DUEL

gsd-1

…belajarlah merangkak sebelum mulai berlari @Aerosmith-amazing#

Sabtu, 6 Juni 2015 adalah hari yg bersejarah bagi komunitas supermoto di negeri ini. Saat itu Dechamps Arnaud dengan bantuan dari Pak Sis dan Mario (penasehat dan presiden SMOG), Azis (tokoh SMI Jakarta), Dion (Ketua SMI Tangerang), Antok & Iwan Ktm (Ketua/Wakil Kracker-Nusantara), dan Eko Haryo (Indoc), serta Insert. …berhasil menunjukan balapan ala supermoto pertama di negeri ini.

gsd-2

gsd-3 gsd-4

Dimulai dua bulan sebelumnya saat Arnaud yang mantan pembalap supermoto dari Perancis merasa frustasi melihat berbagai even yang diembel-embeli ‘supermoto’ di negeri ini, ternyata masih tidak sanggup mempertontonkan sebuah kompetisi yang berkarakter supermoto.

Atas bantuan Ingrid dari Fox, dipertemukan-lah dengan Pak Sis yang ternyata sudah frustasi melihat supermoto di negeri ini justru difungsikan sebagai motor tongkrongan dan motor buat ajang narsis. Selanjutnya mereka pun bertemu dan menyatukan visi serta menetapkan misi, yaitu membuat balapan supermoto yang berkarakter.
Mereka pun berbagi tugas. Arnaud akan menyiapkan tempat sedangkan Pak Sis mengkomunikasik-kan gagasan ini kepada komunitas supermoto lain, seperti SMI, SMOG, Kracker dan Indoc. Setelah dua kali pertemuan akhirnya diperoleh kesepakatan tentang : tempat dan tanggal, aturan main dan sebagainya.
Yang menarik adalah aturan main. Karena saat itu Arnaud menyadari keterbatasan tempat yang akan dijadikan arena serta kenyataan bahwa mayoritas peserta mengunakan supermoto dengan kapasitas mesin dibawah 250cc. Maka duel ala Gymkhana di jalur kembar untuk meminimalisasi tabrakan antar peserta adalah yang terbaik.

gsd-5

Gymkhana atau slalom adalah kompetisi yang menekankan ketrampilan mengendalikan motor untuk bermanuver di lintasan yang rumit. Tentunya hal ini langsung diprotes oleh yang lain karena ‘karakter’ supermoto justru tidak bisa terlihat. Setelah melalui perdebatan panjang dan saling adu argumentasi maka disepakati untuk membuat sebuah kompetisi supermoto yang sederhana. yaitu memadukan gymkhana dengan supermoto-race agar bisa memanfaatkan lahan sempit di perkotaan. pertarungan pun dibuat ala duel 1 lawan 1 dgn sistem-gugur, lintasan juga dibuat terpisah untuk menghindari tabrakan antar peserta.

….akhirnya sebuah rancang bangun arena-supermoto pun terwujud diatas lahan parkir Scientia Squere Park – Serpong yang luasnya hanya separuh lapangan sepak-bola. Sedangkan untuk membuat lintasan cukup mengunakan ; cone, tali-rafia, lakban dan 6 papan loncat.. sederhana, mudah dan murah namun effektif.

gsd-6

Sekarang terwujudlah arena supermoto yang aman ala negeri ini yang merupakan kombinasi lintasan lurus dan lintasan berbentuk ‘S’sepanjang 80 meter. Taburan berbagai jenis kelokan tajam mulai yang berbentuk L, U, V untuk memaksa peserta bermanuver habis-habisan. Serta penghalang berupa putaran 360 derajat dan 3 buah papan loncat setinggi 30cm yang disusun berderet untuk menjegal para peserta. .
Benar… dengan segala kekurangan justru menjadi kelebihannya. Disini meskipun kecepatan maksimal hanya bisa dicapai sekitar 70 km/jam, namun sempitnya arena membuat teknik mengendarai motor menjadi penting karena peserta terpaksa harus bermanuver dgn cepat. cerdas dan aman.Sedangkan untuk kelas hanya dibagi menjadi dua, yaitu mesin 4-tak berkapasitas dibawah 150cc. Dan mesin 4-tak berkapasitas sampai dengan 250cc. Syarat lainnya tidak ada.

########

Kamis malam, tanggal 4 Juni 2015 dilakukan uji-coba arena di lapangan parkir yang permukaannya dilapisi conblock. Malam itu Arnaud melakukan uji-coba hanya mengunakan garis-garis ‘imajiner’ atau garis garis khayal. Namun untuk papan loncat dilakukan uji-coba yang sebenarnya karena ternyata papannya sudah selesai dibuat dibengkel las.
Esok malamnya arena supermoto bisa dibuat hanya dalam waktu 4 jam saja. Dan nantinya ternyata sanggup dibongkar lagi hanya dalam waktu satu jam saja. Sambil menyempurnakan arena, banyak calon peserta sudah bisa apabila ingin mencicipi arena ‘knock-down’ ini.
Hari pelaksanaan atau tanggal 6 Juni 2015. Sejak dini hari peserta sudah mulai berdatangan. Dengan sigap panitia dibentuk secara darurat yang sebagian besar diisi anak-anak dari SMI. Namun ketika anak-anak dari Kracker datang mereka pun dengan sigap melebur membentuk panitia. Administrasi, komando arena, marshall, hingga medical dengan cepat dibentuk tanpa banyak formalitas. Intinya semua bergerak dengan inisiatif kegotong-royongan.

gsd-7 gsd-8

Free Practise, Dari jam 8 pagi hingga jam 12 siang peserta diberi kesempatan untuk mencoba lintasan untuk pengenalan. Selanjutnya antara jam 1 sampai jam 2 siang dilanjutkan dengan Time Practise atau mencoba mengolongkan peserta ke dalam dua kelompok. Yaitu kelompok ‘kura-kura’ untuk peserta yang lambat melibas arena, dan kelompok ‘kelinci’ untuk peserta yang cepat melibas arena. Tujuan pengolongan ini agar kompetisi menjadi menarik karena selisih kemampuan diantara para peserta tidak terlalu jauh, sehingga balapan pun menjadi seru. Terakhir adalah Race-Practise dimana kelompok ‘kura-kura’ sudah terseleksi sehingga tinggal kelompok ‘kelinci’ yang akan saling bertarung. 
Bisa dikatakan hari itu adalah hari-nya supermoto di negeri ini. Dimana batas komunitas menjadi luntur karena sudah disatukan kedalam tunggangan yang sama ; supermoto. Jadi bisa dikatakan sebuah kompetisi supermoto yang sesunguhnya, yang dibuat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada….telah dipertontonkan dihadapan KOMUNITAS SUPERMOTO!

gsd-9 gsd-10

….dan tampaknya kompetisi ini telah menginsipirasi komunitas Supermoto untuk berinisiatif membuat kompetisi supermoto yang lebih masif dan seru di tahun 2016 nanti. Semoga perjuangan mereka berhasil sehingga revolusi supermoto bisa bergulir di negeri ini!

By | 2017-04-27T04:06:37+00:00 December 17th, 2015|Categories: smog-news|Tags: , , , , , , , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment