You are here:--Supermoto Without Border

Supermoto Without Border

swb1

‘Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikan’

Pantun atau puisi kuno yang berasal dari bahasa Jawa : ‘tuntun’ yang berarti menyusun kata dalam bentuk sastra, merupakan kiasan bahwa tiap Negeri memiliki ke-unikan masing-masing yang bisa jadi berbeda dengan negeri lain. Begitu pula antara Sabah dengan Indonesia juga berbeda belalang dan ikannya, namun untuk supermoto tetap sama. Sehingga perbedaan sekaligus kesamaan diantara penunggang supermoto dari Kota Kinabalu, telah mendorong mengabaikan batas Negara untuk bersilahturahmi dengan rekan-rekannya di Jakarta.

Pada hari minggu tanggal 14 Agustus 2016 telah datang komunitas Motard Ride Fun ( MRF) dari Sabah-Malaysia yang berjumlah 18 orang, yang langsung dipimpin oleh ketuanya sendiri yang bernama Boy Togong. Mereka di sambut oleh tuan rumah yang diwakili : Supermoto Owner Group dan Kracker group.

Acara yang diadakan di Gelora Bung Karno diawali dengan ramah-tamah dan dilanjutkan dengan perbincangan yang mengasikan tentang motor, kegiatan, sampai ke komunitas supermoto di masing-masing Negara. Tampaknya tamu-tamu ini sangat tertarik dengan penampilan supermoto tungangan tuan rumah. Mulai dari supermoto standar seperti KTM 690 SMC/R, dan Kawasaki Dtraxer 150/250. Sampai supermoto modifikasi yang dibangun dari Honda XR650R , KTM 250 EXCF maupun Kawasaki KLX 15/250.

swb2

Sempat diceritakan bahwa modifikasi supermoto adalah kegiatan yang paling digemari di negeri mereka, dalam perbincangan mengenai parts supermoto mereka tertarik dengan knalpot imitasi merek merek terkenal dan parts limbah juga. Dari tayangan yang ditunjukan lewat You Tube bisa disaksikan penampilan supermoto komunitas MRF yang begitu ‘meriah’ oleh asesories, cutting-stiker berwarna-warni dan powder-coating dengan warna mencolok. Bahkan terlihat juga ada banyak supermoto yang dimodifikasi rodanya dengan veleg-racing (palang/bintang), dan ada juga yang menganti dengan knalpot kolong . . . . sesuatu yang diharamkan oleh penunggang supermoto di negeri ini.

Akhirnya Menjelang tengah hari rombongan MRF pun berpamitan. Saat itu Boy Togong memberikan cinderamata berupa plakat MRF, kepada Supermoto Owner Group yang diterima oleh Mario sebagai Presiden SMOG dibalas dengan pemberian kaos Supermoto Attack dan  oleh Pak Sis sebagai Penasehat/ pendiri SMOG mewakili tuan rumah dibalas memberikan kenang-kenangan berupa buku jurnal supermoto Tepian Jawa dan Jurnal Supemoto Jalan Tengah Sumatra. Cinderamata juga diberikan kepada perwakilan krecker yang ikut datang di acara tsb antara lain : 1. Kracker Nort, 2.  Kracker Central/ Movement Rangers, 3. Kracker BKT, 4. Kracker Balakaciprut, 5. Kracker Karawang, 6. Kracker Bekasi, 7. Surfree, 8. Supermoto Life Tanggerang.

swb3

Tidak lupa tamu-tamu dari Sabah ini menanyakan dimana bisa berbelanja suku-cadang dan asesories untuk supermoto mereka. Kemudian Anto sebagai ketua umum Kracker menawarkan untuk menemani rombongan MRF menuju Kebon Jeruk di Jakarta Pusat yang merupakan pusat kuliner untuk sepeda motor. Sesampainya disana  mereka dengan girang seperti segerombolan bebek yang menemukan kolam yang penuh dengan ; ikan . . . . Segera rombongan itu berpencar kemana-mana untuk memborong suku-cadang dan acesories yang sangat beragam dengan harga yang bersahabat yang tidak mereka dapati di negerinya. Akhirnya barang belanjaan beragam spareparts dan acesories menyertai para pelancong pulang ke negeri jiran.

By | 2017-04-27T04:06:37+00:00 August 23rd, 2016|Categories: smog-news|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment